Qurban

Rektor Universitas Medan Area (UMA) mengatakan, berkurban merupakan bentuk ketaatan (qarib) kepada Allah SWT. Dengan berkurban, makin membuat seseorang makin taat aturan dan dekat dengan Allah, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Sebagai institusi pendidikan, UMA sangat layak lebih peduli kepada masyarakat. Karenanya, tahun ini kita kembangkan pendistribusian hewan kurban kepada orang-orang yang benar-benar berhak menerima atau mustahik,” kata Prof Dadan sesaat sebelum menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Kampus 1 UMA, Jalan Kolam No 1 Medan Estate.

Rektor menegaskan, kurban bukan sekadar rutinitas, tetapi harus ada peningkatan kepatuhan atau lebih dekat kepada Allah. Apalagi UMA ini sudah memiliki Fakultas Agama Islam (FAI), diharapkan fakultas ini jadi pionir melalui prilaku dan keteladanan agar bisa memberikan warna bagi civitas akademika UMA lainnya.

 

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) At Taqwa UMA Dr H Hasrat Efendi Samosir MA menambahkan, tujuan ibadah kurban selain untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, dan  bersyukur, juga untuk berbagi, menggembirakan serta bentuk kepedulian sosial. Ini sesuai dengan tema perayaan Idul Adha 1444 H UMA  yakni “Pendidikan dan Kepedulian Sosial”.

“Alhamdulillah kurban keluarga besar  UMA tahun ini meningkat. Tahun lalu UMA kurban 19 ekor lembu, dan tahun 2023 ini 21 ekor lembu dan 16 ekor kambing. Seekor lembu disembelih di Desa Barusjahe, Tanah Karo, sebagai bentuk UMA berbagi. Dan seekor kambing lagi diberikan kepada masyarakat Desa Bukit Batupangan, Tapanuli Tengah,” kata Hasrat yang juga Dekan FAI UMA.

Bantuan ke luar kampus seperti Tanah Karo dan Tapteng, kata Hasrat, baru tahun ini dilakukan UMA. Ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian masyarakat UMA.

Sementara itu, pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid At Taqwa Kampus 1 UMA berlangsung khidmat dan lancar, Kamis pagi. Tampil sebagai khatib, Prof Dr H Candra Wijaya MPd, dan imam Al Hafiz M Nazri SPd.

Sholat Idul Adha diikuti Ketua YPHAS Drs HM Erwin Siregar MBA, Rektor UMA Prof Dr Ir Dadan Ramdan MEng, MSc, para wakil rektor, pimpinan fakultas, Ketua Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian Prof Dr Ir Zulkarnain Lubis MS, PhD, ketua prodi, staf dan pegawai di lingkungan UMA serta masyarakat yang bermukim di sekitar kampus I UMA.

Prof Candra Wijaya dalam khutbahnya mengatakan, kurban cukup kaya dengan nilai hikmah dan faedah. Di antaranya dimensi pendidikan, kurban dapat menjadi peluang untuk mengajarkan nilai-nilai seperti belas kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama makhluk.

“Melalui pembelajaran tentang kurban, siswa/mahasiswa dapat memahami pentingnya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan mengembangkan sikap empati terhadap orang lain,” kata Guru Besar UIN Sumut ini.

Kurban juga mengandung makna persaudaraan umat. Kata Candra, ketika hewan dikorbankan, dagingnya dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. “Dalam pendidikan, konsep persaudaraan ini dapat diajarkan kepada siswa/mahasiswa untuk mendorong sikap saling membantu, kepedulian, dan solidaritas dalam komunitas. Kurban dapat menjadi momen untuk membahas pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan orang lain dan membantu mereka yang membutuhkan bantuan,” tutur Candra dakam khutbahnya berjudul “Qurban dalam Perspektif Pendidikan dan Sosial”.

Ketua BKM At Takwa Hasrat Efendi Samosir mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid At Taqwa UMA, berjalan dengan lancar dan baik. Dan istimewanya sholat di Kampus UMA,  lingkungannya bersih, hijau (Green Metric), tak ada gangguan kebisingan, dan areal perparkiran luas. “Yang paling khas, seusai sholat Idul Adha, seluruh jemaah disediakan sarapan oleh Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim,” kata Hasrat.