
Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Pemerintah Kota Binjai. Penandatanganan kerja sama strategis tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 6, Kota Binjai.
Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun ke depan ini mengusung tema besar “Kemitraan Strategis Transformasi Sumber Daya Manusia, Tata Kelola Inovatif, dan Hilirisasi Inovasi Berdampak dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Kota yang Maju dan Sejahtera.”
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata UMA dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan pembangunan daerah.

Kolaborasi UMA dan Pemko Binjai Dorong Transformasi SDM dan Pembangunan Berbasis Inovasi
Melalui kemitraan ini, Universitas Medan Area berperan sebagai penyedia solusi berbasis ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi. Sementara itu, Pemerintah Kota Binjai menjadi mitra strategis yang menyediakan dukungan kebijakan serta ruang implementasi berbagai program inovatif di lapangan.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Tujuh Fokus Utama Kerja Sama Strategis
Ruang lingkup kolaborasi meliputi sejumlah program unggulan, antara lain:
- Program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) bagi putra-putri berprestasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Binjai.
- Pendampingan dan penerapan teknologi pertanian presisi untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
- Pengembangan inkubasi bisnis UMKM serta fasilitasi legalitas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan sertifikasi halal melalui Inkubator Bisnis UMA.
- Implementasi sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste.
- Penguatan transformasi digital dan E-Government dalam pelayanan publik.
- Audit organisasi dan penguatan merit sistem ASN.
- Program intervensi lintas disiplin untuk percepatan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Program-program tersebut dirancang untuk menghasilkan dampak yang terukur serta mendorong percepatan pembangunan Kota Binjai secara berkelanjutan.

Rektor UMA: Kampus Harus Hadir Menjawab Tantangan Nyata Masyarakat
Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., yang didampingi oleh tim Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK). Dari pihak pemerintah daerah, kerja sama ditandatangani oleh Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.A.P.
Dalam sambutannya, Prof. Dadan Ramdan menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari visi strategis UMA untuk menjadi Impactful Campus (Kampus Berdampak) yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat.
“MoU ini merupakan implementasi nyata dari Rencana Strategis UMA untuk mentransformasikan universitas menjadi Kampus Berdampak. Kami tidak ingin dunia akademik berjarak dengan realitas sosial. Melalui kemitraan ini, seluruh instrumen riset, keahlian dosen, dan sumber daya yang dimiliki UMA akan kami kerahkan untuk mendukung percepatan pembangunan Kota Binjai,” ujar Prof. Dadan Ramdan.
Ia juga menambahkan bahwa UMA membuka kesempatan seluas-luasnya bagi ASN maupun generasi muda berprestasi Kota Binjai untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang Sarjana maupun Pascasarjana sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Wali Kota Binjai Apresiasi Kontribusi UMA dalam Mendukung Pembangunan Daerah
Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Universitas Medan Area dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik melalui pendekatan akademik yang aplikatif.
Menurutnya, pembangunan daerah modern tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Medan Area. Kehadiran UMA sebagai mitra strategis menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan Kota Binjai. Berbagai program konkret seperti pendampingan pertanian presisi, digitalisasi UMKM, hingga penguatan merit sistem ASN akan sangat membantu pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang berbasis data dan kajian ilmiah,” ungkap Amir Hamzah.
BIK UMA Pastikan Kerja Sama Berorientasi pada Outcome dan Dampak Nyata
Sebagai unit penggerak kolaborasi, Biro Inovasi dan Kemitraan UMA memastikan implementasi kerja sama ini akan dikawal secara berkelanjutan melalui sistem monitoring dan evaluasi yang terukur.
Kepala Biro Inovasi dan Kemitraan UMA, Dian Fajar Prayoga, menegaskan bahwa kemitraan tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen formal, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menuju Kota Percontohan Berbasis Inovasi Hijau dan Digital
Menurut Dian, kerja sama ini juga selaras dengan komitmen UMA dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan indikator kinerja perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial.
“MoU ini tidak akan menjadi sekadar dokumen administratif. Kami memastikan seluruh program berjalan dalam ekosistem kolaborasi yang berorientasi pada outcome dan dampak nyata. Melalui evaluasi berkala, kami ingin memastikan lahirnya model kota percontohan berbasis inovasi hijau dan digital di Kota Binjai yang digerakkan bersama oleh peneliti, dosen, mahasiswa, dan pemerintah daerah,” tegas Dian Fajar Prayoga.
UMA dan Pemko Binjai Bangun Masa Depan Kota yang Maju dan Sejahtera
Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui kolaborasi strategis yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Medan Area dan Pemerintah Kota Binjai optimistis mampu menghadirkan berbagai solusi nyata untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan.
Kemitraan ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Medan Area sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
